Pengrajin Kulit Di Garut Berkurang Jumlahnya

Pengrajin Kulit Di Garut

Pengrajin Kulit Di Garut : Jumlah pengrajin Kulit di wilayah Sukaregang Garut sampai saat ini terus berkurang, hal tersebut dibabkan oleh berbagai faktor, salah satunya dikarenakan adanya aksi protes atau aksi dari warga yang terkena dampak limbah B3.

Pengurus Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia (APKI) Garut, Bpk Sukandar, mengakui adanya penurunan jumlah penyamak kulit di Sukaregang. Penurunan terutama terjadi pada penyamak tingkat ke Bawah.

Pengrajin Kulit Di Garut
Pengrajin Kulit Di Garut

Dia menilai gencarnya aksi warga yang protes atas terkena dampak pencemaran dari limbah kulit cair B3, berperan dalam berkurangnya penyamak kulit saat ini.

“Akhir-akhir ini aksi yang dilakukan warga atas pencemaran yang diakibatkan limbah kulit cair B3 kian deras. Hal ini cukup berdampak terhadap jumlah penyamak kulit yang kian hari kian berkurang,” ujar Sukandar.

Itulah sedikit informasi tentang dampak berkurangnya para pengrajin saat ini, semoga atas hal tersebut tidak berkepanjangan dan bisa meningkatkan kembali penghasilan bagi para pengrajin tingkat bawah.

Pengrajin Kulit Di Garut
Pengrajin Kulit Di Garut

Dikatakannya, dari semula 400 pengusaha penyamak kulit berskala kecil-menengah, saat ini yang bertahan hanya tinggal sekitar 220. Secara perlahan, satu demi satu penyamak kecil-menengah ini berguguran karena tersandung masalah IPAL.

Yang lebih parahnya lagi, tutur dia, pengusaha besar setingkat pabrik pun hingga saat ini masih banyak yang belum memiliki IPAL. Dari sekitar 50 pengusaha besar, baru ada 3 yang di pabriknya sudah dilengkapi dengan IPAL.

Dia menjelaskan, hampir 80 persen bahan baku atau obat-obatan kimia untuk proses penyamakan kulit, merupakan produk impor yang harganya terus meningkat. Kondisi tersebut sangat memberatkan para pengusaha kecil-menengah, sehingga banyak yang akhirnya gulung tikar.

sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2019/01/11/jumlah-pengrajin-kulit-di-garut-berkurang

Leave a Reply